Sound Source Localization – Acoustic Beamforming Array / Acoustic Camera

Berbeda dengan cahaya, manusia dapat mendengarkan suara yang berasal dari berbagai arah. Hal ini mengakibatkan manusia terkadang sulit untuk menentukan sumber suara, apalagi jika terdapat banyak sumber suara yang letaknya berdekatan. Ditambah lagi jika kondisi ruangan reflektif, akan semakin sulit untuk menentukan dari mana arah datangnya suara. Oleh karena itu dibuatlah acoustic beamforming array agar permasalahan ini dapat teratasi.

Acoustic beamforming array, atau yang lebih dikenal sebagai acoustic camera dapat membantu penggunanya dalam memvisualisasikan sumber-sumber bunyi pada frekuensi dan tingkat suara yang berbeda-beda.

Teknologi dibalik acoustic camera ini adalah beamforming system. Dalam acoustic camera, terdapat banyak microphone sehingga waktu datangnya suara pada tiap mikrofon berbeda-beda bergantung pada posisi sumber. Kondisi ini memungkinkan acoustic camera untuk mengarahkan beam pada posisi tertentu sehingga sumber suara pada arah tersebut jauh lebih terdengar dari sumber lainnya. Acoustic camera dapat melakukan scanning dengan mengarahkan beam kepada setiap area pada sebuah bidang, sehingga diketahui dari arah mana didapatkan energi akustik paling besar dan sumber suara dominan pun diketahui.

Acoustic camera dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Berikut beberapa contohnya:

       1. Akustik bangunan:
Pada sebuah bangunan, dapat terjadi kebocoran suara pada partisi maupun facade. Sedikit saja ada kebocoran, maka performa insulasi (link) akustik dari partisi tersebut akan berkurang jauh. Agar perbaikan performa dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, perlu diketahui dari mana terjadinya kebocoran tersebut. Salah satu cara paling cepat adalah dengan menggunakan sumber suara pada salah satu sisi partisi (ruang sumber), dan menaruh acoustic camera di ruang penerima. Dari situ, didapatkan bagian dari partisi dimana terjadi kebocoran suara. Contoh kasus pada tautan berikut
Contoh kasus partisi
Contoh kasus jendela

 

       2. Kebisingan lingkungan:
Karena sifat logaritmiknya, pengendalian kebisingan lingkungan akan efektif jika sumber suara paling dominan dapat diturunkan daya suaranya. Oleh karena itu acoustic camera dapat membantu untuk menemukan sumber suara paling dominan pada kumpulan sumber suara yang kompleks. Berikut sebuah contoh kasus

        3.Industri:
Seiring meningkatnya permintaan pasar akan produk-produk dengan emisi kebisingan minimal, banyak industri yang telah menggunakan acoustic camera. Beberapa aplikasi diantaranya untuk riset, dan juga quality control. Misalkan industri otomotif melakukan riset untuk mengurangi kebisingan yang mengganggu pada part-part yang diproduksinya. Acoustic camera juga berguna untuk quality control, dimana ketika didapati sebuah produk yang tidak lolos quality control dari segi noise, dapat dianalisis bagian mana yang menyebabkan produk tersebut tidak lolos quality control. Berikut sebuah contoh kasus

Geonoise menggunakan acoustic camera dari Norsonic. Kami juga adalah distributor resmi untuk produk-produk Norsonic. Untuk keterangan lebih lanjut, klik disini

Jika ada pertanyaan atau diskusi lebih lanjut mengenai Acoustic Camera, mohon hubungi kami