Evaluasi Getaran Pada Tubuh Manusia

Getaran adalah bentuk gelombang mekanik dengan gerakan bolak-balik yang mentransmisikan energi yang sama di sekitar kesetimbangan di mana benda berada posisi yang diam. 

Biasanya getaran yang dirasakan pada jalan raya akibat aktifitas kendaraan dapat ditoleransi yang tinggi dari manusia. Akan tetapi, apabila getaran tersebut berada pada bangunan maka manusia akan cenderung lebih sensitive dan merasa terganggu dengan getaran sedikit saja. Getaran pada bangunan dapat dideteksi oleh penghuni dan dapat memberikan dampak bagi meraka seperti kualitas hidupnya dapat berkurang dan juga efisiensi mereka dalam bekerja.

Devinisi getaran, mengapa penting mengaji getaran

Terdapat dua jenis getaran yang di analisis pada tubuh manusia:

1.Hand arm vibration

Pemaparan getaran hanya di bagian tubuh tertentu, yaitu lengan dan bahu.

2.Whole body vibration

Whole body vibration adalah pemaparan getaran ke seluruh tubuh. Hal ini dapat dirasakan ketika seseorang sedang berdiri, duduk atau telentang. Pembahasan kali ini akan berfokus pada whole body vibration atau getaran pada seluruh tubuh. Umumnya, toleransi tubuh terhadap getaran yang terjadi pada lalu lintas akibat kendaraan lebih tinggi dibandingkan dengan getaran yang dirasakan di dalam Gedung. Getaran yang secara sensitive dapat dirasakan oleh penghuni gedung atau bangunan dapat mengurangi kualitas kerja, kenyamanan dan juga kesehatan.

Nilai getaran yang disebabkan oleh mesin berada pada frekuensi rendah. Umumnya, getaran diemisikan melalui airborne dan merambat ke bagian gedung. Dalam mengevaluasi getaran maka perlu diketahui tipe getaran yang terjadi. Evaluasi ini sangat diperlukan untuk mereduksi getaran yang bisa terjadi atau mitigasi untuk kondisi eksisting dalam rencana penggunaan lahan akibat getaran oleh konstruksi yang baru beroperasi.

Tipe gataran berdasarkan durasi rambatannya:

Pengukuran getaran dilakukan pada 3 sumbu axis, yaitu x, y, dan z dengan seluruh frequencyweighted. Getaran ini diukur dan ditentukan berdasarkan tipe getarannya untuk evaluasi dan langkah mitigasi selanjutnya. Tipe getaran tersebut adalah:

1.Continuous vibration

Countinous vibration memiliki sinyal getaran dengan magnitude yang bervariasi atau konstan terhadap waktu (daytime/night-time) dalam suatu periode. Tipe getaran ini biasanya dinilai berdasarkan pembobotan percepatan rms ( . Tabel 1 menunjukkan nilai yang diizinkan dan nilai maksimalnya dengan frekuensi 1-80 Hz. Nilai  ditentukan bedasarkan fungsi ruangnya seperti yang diperlihatkan pada Tabel 1.

Efek getaran akan memiliki efek yang berbeda untuk setiap frekuensi. Maka dari itu, perlu dilakukan evaluasi untuk setiap frekuensi.

Tabel 1. Preferred and maximum weighted rms values for continuous and impulsive

 

 

 

*daytime (7 am-10pm), night-time (10 pm-7 am)

2.Impulsive vibration

Getaran yang bersifat impulsive atau seperti guncangan dengan durasi getaran kurang dari 2 detik dan tidak lebih dari 3 kali per periode waktu (daytime/night-time). Nilai getaran juga ditentukan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.

3.Intermitten vibration

Getaran yang terjadi sesekali dan memiliki magnitude yang juga bervariasi atau konstan terhadap waktu. Getaran ini dinilai dengan menggunakan Vibration Dose Value (VDV)

Di mana    T= total periode (s)

                  VDV= (m/s1,75) pada weighted

Perlu diperhatikan bahwa nilai VDV lebih sensitive terhadap puncak (peak) dalam gelombang akselerasi. VDV mengakumulasi nilai getaran selama periode siang dan malam hari. Nilai VDV yang dapat diterima diperlihatkan pada Tabel 2

Tabel 2. Acceptable vibration dose values for intermittent vibration (m/s1.75)

 

 

 

*daytime (7 am-10pm), night-time (10 pm-7 am)

Jika terdapat getaran yang berulang maka total vibration untuk tiap periode adalah

VDVi= Individual Dose Value

Target desain harus ditentukan pada preffered value. Nilai maksimum hanya diizinkan untuk beberapa kasus tertentu seperti, getaran yang terjadi berlangsung singkat atau dalam jangka waktu yang tidak lama dan atau segala langkah untuk desain mengurangi getaran dilakukan semaksimal mungkin.Apabila nilai getaran melebih preffered value maka perlu dilakukan langkah mitigasi. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan membahas bagaimana menentukan langkah mitigasi.

Reference

[1]      Assessing Vibration : a technical guideline. Department of Environment and Conservation, 2006.

 

[2]      The British Standards Institution, “Evaluation Of Human Exposure To Vibration In Buildings (1 Hz to 80 Hz) – Guide For The Evaluation Of Human Exposure To Whole-Body Vibration,” p., 1992.

 

[3]      ISO 2631-1, “Mechanical Vibration and Shock-Evaluation of Human Exposure to Whole-body Vibration-Part 1.” 1997.