A. Mekanisme pendengaran- bagimana kita mendengar suara?

Telinga manusia terdiri dari 3 bagian: 

  • Telinga luar: terdiri dari pinna, ear canal dan tympanum (dikenal sebagai gendang telinga)
  • Telinga tengah: terdiri dari ossicles, terbuat daru 3 tulang terkecil pada tubuh manusia, yaitu Malleus, Incus dan Staper

Telinga dalam: terdiri dari cochlea

Figure 1. The anatomy of the human ear. (Image from: https://www.osha.gov/dts/osta/otm/new_noise/ )

Fungsi utama dari telinga adalah mengumpulkan, mentransmisikan, dan juga menerima suara dari sekitar. Seperti yang dijelaskan di atas, setiap bagian telinga fungsi dan bekerja secara berbeda di mana mereka dapat diklasifikasikan ke dalam 3 tahap yang masing-masing berkaitan dengan bagian telinga. 

  1. Tahap pertama: modifikasi gelombang suara dari telinga luar.

Telinga luar akan menerima gelombang suara dan akan menuju gendang telinga. Suara akan mencapai gendang telinga sebagai variasi dalam tekanan udara

2. Tahap kedua: menkonversi dan amplifikasi gelombang suara menjadi getaran ke gendang telinga

Getaran dari gendang telinga diamplifikasi dengan ossicles yang mentransmisikan tekanan suara ke telinga bagian dalam. Getaran kemudian ditransmisikan sebagai gelombang energi melalui cairan dari telinga bagian dalam, yaitu cochlea.

3. Transformasi dari perpindahan gelombang mekanik ke nerve impulses yang merambat ke otak.

Cilia dari sel saraf pada bagian dalam telinga yang disebut hair cells, kemudian merespon lokasi pergerakan membran basilar dan mengaktifkan saraf pendengaran untuk mengirimkan informasi yang dapat diinterpretasikan oleh otak sebagia nada dan kenyaringan

Hal ini membuktikan pada setiap bagian dari telinga memiliki peran yang peting dan akan mengganggu system pendengaran jika ada gangguan fungsi pada salah satu bagian. 

B. Rentang frekuensi pendengaran manusia

Umumnya, rentang pendengaran manusia adalah dari 20 Hz hingga 20 kHz di mana telinga manusia sensitif pada frekeuensi 500 Hz hingga 4 kHz. Rentang ini juga disebut dengan Speech Range. Efisiensi pendengaran pada telinga manusi adalah ketika berada pada frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Sebagai contoh, semakin dalam suara (frekuensi rendah) semakin tinggi volum dari suara yang harus muncul agar dapat mendengar suara tersebut.

Manusia umumnya tidak dapat mendengar suara pada rentang Ultrasonik. Akan tetapi, studi memperlihatkan bahwa infrasonic dapat berdampak pada tubuh kita. Meskipun kita tidak dapat mendengar gelombang suara infrasonik, mereka memiliki kekuayan yang mengganggu keseimbangan saraf manusia, menyebabkan gejala seperti mual, gelisah, sakit kepala dan tinnitus. Gelombang infrasonik dapat menyebabkan kelelahkan dan juga mengganggu tidur sehingga kualitas tidur akan menjadi buruk. 

Biasanya, sumber suara infrasonik berasal dari mesin atau kendaraan. objek ini memang cenderung menghasil suara pada frekuensi yang sangat rendah dan sangat keras pada waktu yang sama. Oleh karena itu, orang-orang yang bekerja pada sebuah lingkungan yang bersinggungan langsung dengan mesin yang besar atau system ventilasi besar akan lebih sering terpapar infrasonik. Dikarenakan gelombang suara infrasonik merambat dengan kecepatan rendah dan dengan panjang gelombang yang panjang, biasnaya hanya ada di halaman yang luas dan kantor yang memiliki jarak lebih dari 20 meter. Untuk menhindari suara infrasonik mempengaruhi system pendengaran, sebaiknya berjarak yang sangat jauh dari sumber suara, selain itu juga menggunakan alat pelindung pendengaran.

C. Efek noise terhadap mekanisme pendengaran

Ketika telinga terpapar suara yang kencang dalam wkatu yang sangat lama maka akan membuat kerusakan pada pendengaran, di mana pada kondisi serius dapat mengganggu pendengaran secara sementara hingga permanen. Cilia, sel rambut akan mengalami kerusakan parah. Hal ini akan merusak kemampuan pendengaran yang tidak bisa mengembalikan pendengaran seperti semula.

Selain gangguan pendengaran, terpapar noise dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti meningkatkan detak jantuk dan pernapasan, hipertensi, kualitas tidur yang rendah, kehilangan konsentrasi, kelelahan dan merasa agresif. Jadi, jangan berpikir noise hanya akan mengganggu pendengaran. 

Tapi, apakah ada alasan lain sehingga mengalami gangguan pendengaran? Tentu saja ada.

Pada bagian di bawah, kita akan mendiskusikan aspek lain dari gangguan pendengaran.

D. Hearing Loss

Hal yang umum jika gangguan pendengaran terjadi karena noise khususnya saat bekerja. Akan tetapi, juga ada penyebab lainnya. Salah satu hal yang utama adanya gangguan pendengaran karena usia yang dikenal sebagai presbyacusis, yang tidak dapat dihindari seiring dengan bertambahnya usia. Gangguan pendengaran juga terkadang dapat disebabkan oleh obat ototoxic atau berbahan kimia, trauma, cedera dan bahkan tumor. Oleh karena itu, hal ini penting untuk sellau memantau kemampuan pendengaran.

Untuk mengetahui apakah kita mungkin mengalami gangguan pendengaran, berikut tanda-tandanya:

  • Sulit untuk mendengarakan seseorang berbicara
  • Tidak dapat mendengar nada tinggi atau suara yang begitu lembut
  • Mendengarkan noise atau bunyi di telinga
  • Selalu mengeluh radio/televisi begitu kencang
  • Memiliki masalah untuk memahami percakap ketika ada jarak atau dalam keramaian
  • Kesulitan mendengar sesuatu yang orang lain mudah untuk dengarkan

Sekali lagi, hal ini sangat penting untuk memperhatikan kemampuan pendengaran karena tidak ada obat untuk memperbaiki sistem pendengaran. Meskipun sudah menggunakan alat bantu dengar, hal ini tidak akan mengembalikan kerusakan yang diakibatkan noise. Jadi, metode terbaik adalah mencegah kerusakan.