Implementasi Akustik Bangunan

Akustik Bangunan dapat diimplementasikan pada berbagai fase proses pembangunan, baik fase desain dan perencanaan, pembangunan, maupun setelah bangunan selesai dan membutuhkan penanganan. Untuk mengimplementasikannya, Geonoise memiliki berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda sebagai berikut.

1. Desain dan Pemodelan
Desain dan pemodelan merupakan aktivitas yang dilakukan saat bangunan yang sedang dirancang atau akan diperbaiki. Dengan dilakukannya desain dan pemodelan, dapat diprediksi parameter-parameter akustik bangunan sesuai dengan rancangan yang ada. Jika rancangan bangunan dari arsitek atau desainer interior masih belum memenuhi standar kenyamanan akustik, maka dapat dilakukan optimasi desain dan pemodelan sehingga dihasilkan desain yang memenuhi standar kenyamanan akustik bangunan.

Hasil gambar untuk soundplan room acoustics

Berkaitan dengan Akustik Bangunan, desain dilakukan dengan software SoundPLAN 8.1 (klik disini), modul Room Acoustics. Pada desain ini, dirancang interior sebuah bangunan sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh arsitek atau desainer interior. Setelah didesain model interior ruangannya, ditentukan titik sumber suaranya lalu disimulasikan interaksi dari sumber suara terhadap kondisi ruangan dengan memperhitungkan geometri dan permukaan-permukaan pada model ruangan. Simulasi ini akan memberi hasil berupa parameter-parameter akustik bangunan, seperti sebaran tingkat suara, waktu dengung, Indeks Transmisi Bicara (Speech Transmission Index), dan lain sebagainya.

Selain itu, untuk evaluasi interaksi dengan sumber suara dari ruangan lain digunakan software SONarchitect, dan untuk sumber suara dari luar bangunan (bising jalan raya, kereta api, pesawat, dan lain sebagainya) digunakan software SoundPLAN. Dengan kedua software ini, dapat dievaluasi sebaran tingkat suara dari sumber suara ke target ruangan atau bangunan yang hendak ditangani, sehingga selanjutnya dapat ditentukan penanganan yang sesuai.

2. Pengukuran dan Monitoring
Pengukuran dan monitoring dilakukan pada tahap evaluasi sebuah ruangan maupun bangunan. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan instrumentasi-instrumentasi berstandar internasional. Adapun beda pengukuran dengan monitoring yakni pada durasinya. Jika pengukuran dilakukan biasanya hanya beberapa jam hingga satu hari, maka monitoring dilakukan untuk durasi yang lebih panjang, mulai dari seminggu bahkan setahun secara kontinu tanpa henti. Dengan dilakukannya pengukuran dan monitoring, akan didapat data yang akurat dan presisi untuk menentukan penanganan atau solusi seperti apa yang dibutuhkan selanjutnya.

Pengukuran-pengukuran yang relevan dalam Akustik Bangunan antara lain adalah pengukuran insulasi antar ruang in-situ. Dilakukan pengukuran menggunakan Sound Level Meter atau Analyzer (klik disini) dengan sumber suara yang terstandarisasi (klik disini), seperti Dodecahedron Speaker untuk suara yang melalui udara mengacu pada ISO 140-4 atau Tapping Machine untuk suara yang melalui struktur mengacu pada ISO 140-7. Ada pula pengukuran terkait kebisingan dalam gedung, seperti kebisingan sistem HVAC, MEP, peralatan dapur, dan lain sebagainya. Kejelasan suara ucap (STI) juga dapat diukur, parameter ini biasa diperhatikan untuk ruang rapat, perkantoran, ruang belajar, dan sebagainya.

Selain kebisingan suara, kebisingan akibat vibrasi juga biasa terjadi di dalam gedung, biasa disebabkan oleh peralatan yang besar, seperti mesin AC, boiler, dan generator. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran vibrasi menggunakan Vibration Analyzer (klik disini) untuk menentukan penanganan vibrasi yang tepat pada bangunan.

Kebisingan juga dapat diukur secara kontinu dengan sistem monitoring, seperti Noise Monitoring Terminal dari Norsonic (klik disini) yang dapat digunakan secara kontinu untuk mengukur kebisingan di luar bangunan, seperti di area bandara, bangunan dekat rel kereta api, dan sebagainya.

3. Konsultasi
Konsultasi merupakan aktivitas yang dapat dilakukan di tahap manapun, baik tahap awal perancangan saat membahas potensi sumber kebisingan, tahap pasca desain dan pemodelan, maupun tahap pengukuran dan monitoring. Dengan dilakukannya konsultasi, klien akan memiliki wawasan lebih dan saran yang terbaik dari konsultan akustik yang berpengalaman di bidang akustik bangunan, sehingga klien tahu langkah-langkah terbaik untuk dilakukan.

Jika tertarik dengan jasa kami, silahkan kontak kami.

Implementasi Akustik Bangunan

Akustik Bangunan dapat diimplementasikan pada berbagai fase proses pembangunan, baik fase desain dan perencanaan, pembangunan, maupun setelah bangunan selesai dan membutuhkan penanganan. Untuk mengimplementasikannya, Geonoise memiliki berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda sebagai berikut.

1. Desain dan Pemodelan
Desain dan pemodelan merupakan aktivitas yang dilakukan saat bangunan yang sedang dirancang atau akan diperbaiki. Dengan dilakukannya desain dan pemodelan, dapat diprediksi parameter-parameter akustik bangunan sesuai dengan rancangan yang ada. Jika rancangan bangunan dari arsitek atau desainer interior masih belum memenuhi standar kenyamanan akustik, maka dapat dilakukan optimasi desain dan pemodelan sehingga dihasilkan desain yang memenuhi standar kenyamanan akustik bangunan.

Hasil gambar untuk soundplan room acoustics

Berkaitan dengan Akustik Bangunan, desain dilakukan dengan software SoundPLAN 8.1 (klik disini), modul Room Acoustics. Pada desain ini, dirancang interior sebuah bangunan sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh arsitek atau desainer interior. Setelah didesain model interior ruangannya, ditentukan titik sumber suaranya lalu disimulasikan interaksi dari sumber suara terhadap kondisi ruangan dengan memperhitungkan geometri dan permukaan-permukaan pada model ruangan. Simulasi ini akan memberi hasil berupa parameter-parameter akustik bangunan, seperti sebaran tingkat suara, waktu dengung, Indeks Transmisi Bicara (Speech Transmission Index), dan lain sebagainya.

Selain itu, untuk evaluasi interaksi dengan sumber suara dari ruangan lain digunakan software SONarchitect, dan untuk sumber suara dari luar bangunan (bising jalan raya, kereta api, pesawat, dan lain sebagainya) digunakan software SoundPLAN. Dengan kedua software ini, dapat dievaluasi sebaran tingkat suara dari sumber suara ke target ruangan atau bangunan yang hendak ditangani, sehingga selanjutnya dapat ditentukan penanganan yang sesuai.

2. Pengukuran dan Monitoring
Pengukuran dan monitoring dilakukan pada tahap evaluasi sebuah ruangan maupun bangunan. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan instrumentasi-instrumentasi berstandar internasional. Adapun beda pengukuran dengan monitoring yakni pada durasinya. Jika pengukuran dilakukan biasanya hanya beberapa jam hingga satu hari, maka monitoring dilakukan untuk durasi yang lebih panjang, mulai dari seminggu bahkan setahun secara kontinu tanpa henti. Dengan dilakukannya pengukuran dan monitoring, akan didapat data yang akurat dan presisi untuk menentukan penanganan atau solusi seperti apa yang dibutuhkan selanjutnya.

Pengukuran-pengukuran yang relevan dalam Akustik Bangunan antara lain adalah pengukuran insulasi antar ruang in-situ. Dilakukan pengukuran menggunakan Sound Level Meter atau Analyzer (klik disini) dengan sumber suara yang terstandarisasi (klik disini), seperti Dodecahedron Speaker untuk suara yang melalui udara mengacu pada ISO 140-4 atau Tapping Machine untuk suara yang melalui struktur mengacu pada ISO 140-7. Ada pula pengukuran terkait kebisingan dalam gedung, seperti kebisingan sistem HVAC, MEP, peralatan dapur, dan lain sebagainya. Kejelasan suara ucap (STI) juga dapat diukur, parameter ini biasa diperhatikan untuk ruang rapat, perkantoran, ruang belajar, dan sebagainya.

Selain kebisingan suara, kebisingan akibat vibrasi juga biasa terjadi di dalam gedung, biasa disebabkan oleh peralatan yang besar, seperti mesin AC, boiler, dan generator. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran vibrasi menggunakan Vibration Analyzer (klik disini) untuk menentukan penanganan vibrasi yang tepat pada bangunan.

Kebisingan juga dapat diukur secara kontinu dengan sistem monitoring, seperti Noise Monitoring Terminal dari Norsonic (klik disini) yang dapat digunakan secara kontinu untuk mengukur kebisingan di luar bangunan, seperti di area bandara, bangunan dekat rel kereta api, dan sebagainya.

3. Konsultasi
Konsultasi merupakan aktivitas yang dapat dilakukan di tahap manapun, baik tahap awal perancangan saat membahas potensi sumber kebisingan, tahap pasca desain dan pemodelan, maupun tahap pengukuran dan monitoring. Dengan dilakukannya konsultasi, klien akan memiliki wawasan lebih dan saran yang terbaik dari konsultan akustik yang berpengalaman di bidang akustik bangunan, sehingga klien tahu langkah-langkah terbaik untuk dilakukan.

Jika tertarik dengan jasa kami, silahkan kontak kami.