Optimasi Desain Noise Barrier

Noise Barrier adalah tembok, penghalang, atau sejenisnya yang dipasang dengan tujuan mengurangi kebisingan di lokasi tertentu. Pada gambar diatas adalah dua contoh pemodelan kebisingan. Di sebelah kiri adalah 3D view dari desain noise barrier pada rumah untuk mengendalikan bising dari jalan raya, sebelah kanan adalah map dari optimasi desain barrier pada gedung yang dekat dengan lintasan LRT Jakarta.

Pada pemasangan barrier terutama pada barrier yang cukup panjang, optimasi menjadi penting agar dapat menghemat biaya. Biaya dapat menjadi tidak efisien jika barrier dipasang sepanjang jalan raya atau rel kereta. Sebab, umumnya di sepanjang jalan terdapat berbagai fungsi lahan seperti pemukiman, area perindustrian, ruang terbuka hijau, dan sebagainya. Jarak dari sumber suara pada area tersebut juga dapat bervariasi. Pada setiap fungsi ruang dan lahan, diperlukan tingkat kebisingan yang berbeda-beda (kami juga membahasnya pada artikel ini). Oleh karena itu, variasi tinggi barrier menjadi hal yang patut dipertimbangkan agar biaya dapat dihemat.

Contoh pemetaan kebisingan (Grid Noise Map) dibawah dibuat dengan software SoundPLAN 8.0 pada ketinggian 1.5 meter. Contoh tersebut adalah pemetaan kebisingan LRT Jakarta di Jalan H.R. Rasuna Said. Pada perangkat lunak tersebut, kebisingan dapat dioptimasi dengan juga memasukkan tinggi barrier maksimum. Dari pemodelan ini juga didapatkan prediksi kontribusi kebisingan yang akan timbul dari LRT Jakarta pada tiap gedung yang dilewati LRT tersebut pada tiap lantai. Kemudian kontribusi LRT pada tingkat kebisingan di dalam ruangan pada tiap gedung dapat diprediksi dengan memasukkan nilai Noise Reduction Index pada facade suatu gedung.