Merasa Tidak Produktif? Anda Mungkin Mengabaikan Faktor Ini!

By | Uncategorized
Tidak produktif saat bekerja

Kami percaya bahwa cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas adalah kemampuan untuk masuk ke sebuah kondisi yang disebut monoideal. Josh Kaufman dalam bukunya yang berjudul “The Personal MBA” mengatakan,

Monoidealism is the state of focusing your energy and attention only on one thing. It’s often called a ‘flow’ state: clear, focused attention on one subject for a long period of time.”

Yang jika diterjemahkan menjadi, “Monoidealisme adalah keadaan memfokuskan energi dan perhatian Anda hanya pada satu hal. Hal ini dapat juga disebut kondisi ‘mengalir’: perhatian terfokus dengan jelas pada satu subjek untuk jangka waktu yang lama.”

Agar hal ini bisa terjadi, kita harus menghilangkan potensi-potensi gangguan yang dapat terjadi. Contohnya, sebagian orang memilih untuk bekerja sangat awal di pagi hari atau larut malam demi terciptanya produktivitas tinggi – karena pada hari-hari biasa, tidak akan ada yang menelepon dan mengganggu Anda pada jam 4 pagi.

Namun, kebanyakan dari kita bekerja di kantor yang beroperasi di jam kerja pada umumnya (bukan jam-jam sunyi bebas gangguan). Kabar baiknya, kita masih dapat mengelola potensi gangguan kita dengan mengetahui apa yang paling mengganggu kita di waktu kerja normal tersebut. Anda dapat mencoba mengalokasikan waktu untuk masuk pada kondisi monoideal dengan cara membebaskan diri dari gangguan selama waktu tersebut. Misalnya, Anda dapat mengaktifkan mode penerbangan pada ponsel Anda dan mematikan notifikasi email dari jam 8 pagi hingga jam 11 siang. Kemudian Anda dapat mulai memeriksa email serta berkomunikasi dengan orang lain dan rekan-rekan Anda dari jam 11 siang hingga waktu makan siang. Pilihan waktu tersebut tentunya akan sangat tergantung pada jenis pekerjaan yang Anda lakukan dan juga berapa banyak waktu yang Anda perlukan untuk berada dalam kondisi monoideal.

Renovasi gedung di jam kerja

Dalam melakukan pengelolaan waktu tersebut, sayangnya terdapat hal-hal yang di luar kendali Anda, misalnya pekerjaan renovasi gedung di lantai atas, rekan kerja Anda yang sedang sing along dengan lagu yang ia dengarkan, orang-orang di ruangan sebelah tertawa keras (mungkin mereka sedang membicarakan bos mereka?), dan lain-lain. Jika bukan gangguan yang muncul di depan mata Anda, seperti notifikasi yang muncul di layar Anda, sebagian besar gangguan yang datang muncul dalam bentuk suara, atau mungkin lebih baik jika kita sebut “kebisingan”.

Kebisingan adalah pembunuh produktivitas yang mungkin Anda abaikan – terutama jika Anda telah sukses melewati tahap teralihkan perhatiannya oleh telepon Anda, bermain Facebook di komputer Anda dan melihat video kucing di Youtube. Untungnya, kebisingan dapat dikelola dengan beberapa cara. Pilihan yang paling mudah untuk perkantoran dan tempat bekerja adalah membuat peraturan terkait kebisingan dan membuat semua orang sadar bahwa kebisingan dapat mengurangi produktivitasnya dan rekan-rekannya. Sebagai contoh, perusahaan dapat membuat peraturan bahwa pekerjaan renovasi bangunan, bernyanyi dan bergosip harus dilakukan di luar jam kantor. Cara lain adalah dengan memisahkan area untuk orang yang ingin fokus dan area untuk orang dapat bersosialisasi dan berdiskusi dengan rekan kerja mereka.

Cara terbaik untuk mengelola kebisingan?

Ada, yaitu dengan mempertimbangkan kebisingan dari awal proses desain ruang kerja. Ini bisa menjadi proses yang panjang dan kompleks di mana ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan dalam merancang kantor yang ideal. Dibutuhkan keseimbangan antara keindahan visual, filosofi perusahaan, fungsionalitas, kesehatan, keselamatan dan semua aspek lain yang ingin kita perhitungkan. Sering kali, semua aspek itu akan berhubungan dengan kebisingan atau akustik dalam beberapa hal, tergantung pada kasusnya yang selalu unik dan berbeda.

Bagi kami, pekerja di bidang akustik, berikut ini adalah hal-hal yang biasanya kami pikirkan ketika membantu orang lain merancang ruang kerja mereka (dan lingkungan buatan lainnya):

  • Ambient noise: Kami ingin tingkat kebisingan di dalam ruang kerja berada pada rentang yang dikehendaki. Kebisingan dari luar seperti lalu lintas, kereta api, pesawat terbang dan gedung tetangga (sistem mekanik tetangga bisa jadi cukup mengganggu), atau kebisingan dari dalam bangunan seperti sistem HVAC dan lift perlu untuk dikontrol.
  • Insulasi suara: Kami tidak ingin mendengar suara yang tidak ingin kami dengar dari ruang sebelah, atas atau bawah. Dengan mendesain sistem plafon, lantai, dan dinding yang sesuai, isolasi suara yang cukup dapat dicapai.
  • Akustik ruang: Kami ingin dapat mendengarkan dengan nyaman dan memahami informasi verbal yang kami inginkan. Ini sangat penting terutama di ruang pertemuan dan auditorium.
  • Sistem pengeras suara dan sistem Public Address: Kami ingin sistem penguatan suara dan public address dapat didengar dengan jelas tanpa mengganggu orang lain yang tidak ingin mendengarnya.

Semua hal di atas juga bisa dilakukan setelah gedung dan ruang kerja dibangun. Tetapi jika dilakukan sebelum dibangun, Anda akan memiliki lebih banyak opsi dan efisien secara biaya daripada mengubah apa yang sudah dibangun.

Jadi, jika Anda adalah orang yang sangat produktif, atau jika Anda ingin mencapai fokus yang tinggi saat bekerja, kami sarankan Anda mempertimbangkan aspek kebisingan dalam memilih ruang tempat Anda bekerja.


Apakah Anda Stres di Tempat Anda Bekerja?

By | Uncategorized | No Comments

Apakah Anda stres di tempat Anda bekerja? Coba hitung, berapa kali Anda menutupi telinga Anda ketika sedang bekerja? Tanpa disadari, Anda mungkin stres karena lingkungan kerja yang bising. Selain memicu stres, hal tersebut dapat mengurangi tingkat produktivitas kerja. Tentu ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan juga dapat berdampak pada bonus akhir tahun Anda?

Mari kita ingat, seberapa bisingkah lingkungan tempat Anda bekerja dengan memerhatikan alat-alat di bawah ini:

  • Mesin fotokopi
  • Nada dering telepon
  • Komputer
  • Pendingin udara
  • Suara-suara dari luar gedung perkantoran (truk, pesawat, kebisingan jalan raya, konstruksi terdekat)
  • Tertawa/berbicara
  • Gosip tentang bos
  • Gosip tentang rekan kerja yang tidak diundang ke WhatsApp Group

Itu adalah sumber kebisingan umum yang mungkin berkontribusi terhadap kebisingan di sekitar Anda. Kita harus ingat bahwa perbedaan antara kebisingan dan suara (biasa) sangat subyektif. Penilaian ini akan berbeda untuk setiap orang dan bergantung pada situasi.

Grafik di bawah ini menunjukkan level tingkat kebisingan, 50 desibel akan bagus untuk lingkungan kerja, paparan untuk tingkat kebisingan yang lama di atas 80 desibel akan merusak pendengaran Anda secara permanen.

How Loud is Too Loud – Geonoise Asia

Setelah melihat grafik, mari kita perkirakan berapa besaran desibel yang harus Anda tanggung setiap hari? Katakanlah Anda bekerja di lingkungan kantor yang berisik, umumnya tingkat kebisingan dapat mencapai 90 desibel karena akumulasi berbagai suara seperti tawa, teriakan, nada dering, dll. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim bahwa paparan kebisingan dapat menyebabkan stres, kecemasan, depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Selain itu, suara keras akan merusak struktur sensitivitas telinga bagian dalam serta menyebabkan gangguan pendengaran karena kebisingan atau Noise-Induced Hearing Loss (NIHL).

Kerusakan karena paparan kebisingan akan berdampak secara bertahap; Anda mungkin tidak merasakan tanda-tanda tersebut atau justru cenderung mengabaikannya sampai tanda-tanda tersebut benar-benar mengganggu Anda. Berikut adalah gejala dari NIHL:

  • Suara menjadi terdistorsi atau teredam
  • Anda tidak dapat mendengar atau memahami pembicaraan dari jarak 1 meter atau lebih jauh
  • Anda harus meningkatkan volume sumber suara lebih dari yang dapat didengarkan oleh orang lain agar orang lain bisa mendengar sebaik mungkin

Apakah Anda merasakan seluruh gejala tersebut?

Hubungi segera bantuan profesional! Jika Anda tidak memiliki gejala tersebut, selamat, Anda masih memiliki pendengaran yang baik. Tapi itu tidak menjamin Anda akan terbebas dari NIHL.

Berikut adalah tips agar tetap fokus di lingkungan kerja yang bising dan dapat membantu Anda terhindar dari NIHL:

  1. Bawa earplugs ke tempat kerja!

Mengenakan earplug dapat membantu Anda mengurangi kebisingan sebanyak 18-34 desibel. Harga earplugs angat variatif bergantung pada model/merek earplug yang Anda miliki. Dengan memblokir/mengurangi kebisingan sejumlah itu, Anda masih dapat mendengar suara di sekitar Anda.

  • Anda mungkin ingin mencoba Noise Cancelling Headphones?

Alat ini didesain untuk menjaga Anda agar terhindar dari kebisingan. Jika Anda menggunakan ini di kantor, alat ini tidak hanya akan membantu Anda memblokir kebisingan di sekitar Anda tetapi juga akan membuat musik yang Anda dengarkan jauh lebih baik daripada menggunakan headphone pada umumnya. Harganya berkisar antara ratusan ribu rupiahhingga jutaan rupiah. Ini adalah investasi yang sangat baik!

  • Istirahat!

Ketika kebisingan di sekitar Anda terlalu banyak untuk ditangani, biarkan telinga Anda istirahat! Ini memberi Anda waktu yang lama untuk pulih dari suara yang membuat stres dan tindakan ini juga merupakan cara yang paling mudah untuk mencegah kerusakan telinga.

Tidak satu pun tips di atas bekerja untuk Anda? Silakan hubungi acoustical consulting service kepercayaan Anda. Mereka akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk masalah Anda.


Geonoise Asia @ International Congress on Sound and Vibration (ICSV) 25 Hiroshima, Japan

By | All, News | No Comments

Despite the heavy rains and floods in west Japan, the International Congress on Sound and Vibration 25 (ICSV25) was held successfully in Hiroshima on the 9th until 12th of July 2018. About 800 participants attended the ICSV this time. While almost every attendees encountered flight cancellations, overnight (or even two nights) stay in the airport, and other travel changes in order to be able to attend ICSV, the attendees show great enthusiasm for the ICSV25.

There are a lot of presentations and poster sessions in ICSV25. Acoustic metamaterial, noise control and vibration control seems to be the hot topic this year. Beside those topics, soundscape, environmental noise, measurement, and the physics of sound are few other topics that are covered by the participants.

In this event, Geonoise Asia got a chance to participate in the exhibition. “I think this is the first time we promote Geonoise in global scene. It’s nice to be here, to meet new people and just to say hi to people we know and have been working with.” said Michel Rosmolen, the founder and director of Geonoise Asia, who is also one of the directors of the International Institute of Acoustics and Vibration (IIAV).

By participating in ICSV25, Geonoise wants to show its commitment to contribute to acoustical engineering in international scene. Besides promoting its consultation and calibration services, Geonoise promotes few measurement system and software such as Norsonic, SoundPLAN, GTI, SPEKTRA, M+P and Spectraquest.

———————————————————————————————————————————-

Meskipun hujan lebat dan banjir melanda bagian Barat Jepang, International Congress on Sound and Vibration 25 (ICSV25) tetap diselenggarakan dengan sukses pada tanggal 9 hingga 12 Juli 2018. Sekitar 800 orang ikut berpartisipasi pada ICSV kali ini. Walaupun harus berjuang mengalami pembatalan pesawat, menginap di airport, dan sebagainya, antusiasme hadirin tetap terlihat sepanjang kongres berlangsung.

Terdapat berbagai presentasi dan sesi poster pada ICSV25 ini. Metamaterial akustik, pengendalian bising dan pengendalian getaran menjadi topik yang cukup banyak dibicarakan tahun ini. Disamping itu, soundscape, kebisingan lingkungan, pengukuran, dan fisika suara adalah beberapa topik lain yang dipresentasikan oleh hadirin kongres ini.

Pada ICSV kali ini, Geonoise Asia berkempatan untuk berpartisipasi pada pameran. “Ini adalah kali pertama Geonoise Asia mengikuti pameran dengan skala global. Menurut saya ini adalah hal yang baik, untuk bertemu koneksi baru, dan juga bertegur sapa dengan orang-orang yang sudah kita kenal dan bekerja sama selama ini.” Ujar Michel Rosmolen, pendiri dan direktur dari Geonoise Asia, yang juga salah satu direktur dari International Institute of Acoustics and Vibration (IIAV).

Dengan keterlibatannya di ICSV 25, Geonoise menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada bidang akustik di kancah internasional. Disamping mempromosikan jasa konsultasi dan kalibrasi, Geonoise juga mempromosikan beberapa sistem pengukuran dan perangkat lunak seperti Norsonic, SoundPLAN, GTI, SPEKTRA, M+P, dan Spectraquest.

Kebisingan Lingkungan Kerja

By | All, Articles | One Comment

Kebisingan Lingkungan Kerja

Gangguan pendengaran akibat bising adalah kondisi kesehatan kerja yang paling umum dicegah di dunia.

Kebisingan didefinisikan sebagai ‘suara yang tak diinginkan’. Saat seseorang mendengar suara, bisa jadi suara tersebut merupakan kebisingan bagi orang lain, namun siapapun yang terpapar bising sangat berpotensi berisiko. Semakin tinggi tingkat kebisingan, dan semakin lama seseorang terpapar, maka risiko menderita sakitnya semakin tinggi pula.

Jutaan pekerja di dunia terpapar tingkat kebisingan yang sangat berisiko terhadap pendengaran mereka. Kebisingan berlebih adalah bahaya lingkungan kerja dengan banyak efek yang merugikan, tak hanya pekerja yang terlibat dalam operasi yang bising, namun juga orang-orang sekitarnya. Efeknya dapat membuat kerusakan pendengaran sementara atau permanen dan dapat menurunkan efisiensi pekerja. Seseorang yang menderita dari pendengaran yang buruk, baik itu karena umur atau penyakit, dapat membuat masalah mereka semakin parah karena paparan tinggi dari bising di lingkungan kerja. Hal ini dapat pula menimbulkan kecelakaan karena keterbatasan komunikasi berbicara, kesalahpahaman instruksi lisan, dan menutupi suara peringatan bahaya.

Sumber Utama Kebisingan Lingkungan Kerja

Hasil gambar untuk noise at work

Kebisingan adalah bahaya yang umum dan ada hingga batas tertentu di hampir semua tempat kerja. Hal ini merupakan bahaya kesehatan paling umum dalam industri hiburan, manufaktur, agrikultur, tekstil, pertambangan dan penggalian, makanan dan minuman, kayu, metal, dan konstruksi.

Beberapa sumber bising umum yakni:

  • musik yang keras
  • penggunaan alat-alat berat
  • transportasi tempat kerja
  • peralatan listrik seperti gergaji dan cutter
  • lini produksi
  • peralatan pneumatik seperti bor, gerinda, dan pistol rivet
  • motor dan generator listrik
  • proses fabrikasi bahan
  • ruang pabrik dengan peralatan ventilasi yang bekerja kontinu

Tingkat Kebisingan yang Berbahaya

Sangat sulit menentukan berapa tingkat bising yang benar-benar aman, karena tiap individu dapat berbeda pengaruhnya terhadap kebisingan. Namun, tingkat kebisingan di atas 75-80 dB(A) diketahui dapat menyebabkan kerusakan pendengaran. Semakin keras bisingnya, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menyebabkan kerusakan. Misal, tingkat bising pada 85 dB(A) butuh waktu 8 jam untuk menyebabkan kerusakan pendengaran, sedangkan bising 100 dB(A) mulai merusak sel rambut pada telinga setelah hanya 30 menit.

Equivalent noise level exposures table

Untuk membuktikan apakah tingkat kebisingan berbahaya ada di lingkungan kerja, harus dipastikan apakah percakapan normal pada jarak 1 meter dapat dilakukan. Jika terdapat kesulitan dalam berkomunikasi, maka sangat mungkin penyebabnya adalah tingkat bising yang tinggi.

Tabel berikut menunjukkan rekomendasi batas tingkat kebisingan dari World Health Organization untuk berbagai pekerjaan:

World Health Organization's recommended noise levels in various occupations

Tanda Umum dari Hilangnya Pendengaran

Sangat penting untuk mengetahui masalah hilangnya pendengaran sedini mungkin, karena tanda-tanda awal dapat membantu mengidentifikasi masalah dengan cepat. Tanda awal kehilangan pendengaran dapat berupa:

  • Telinga berdering
  • Tidak bisa mendengar suara lembut dan bernada tinggi
  • Suara bicara dan suara lain teredam
  • Sulit memahami percakapan berjarak atau dalam keramaian
  • Mendengar musik atau menonton televisi dengan volume yang lebih tinggi dari orang lain
  • Sulit mendengar telepon atau bel
  • Sulit menentukan dari arah mana suara bising berasal
  • Biasa merasa capek atau stres karena harus konsentrasi saat mendengar
  • Menjawab atau merespon percakapan dengan tidak sesuai
  • Membaca bibir atau mengamati wajah saat bercakap
  • Merasa terganggu terhadap orang lain karena tidak mengerti mereka
  • Merasa gugup saat mencoba mendengar dan mengerti orang lain

Riset menyebutkan bahwa butuh 10 tahun sejak seseorang tahu dia mengalami kehilangan pendengaran sebelum melakukan sesuatu.

Sumber: IOSH

Beragam Bahaya Polusi Suara

By | All, Articles | No Comments

Beragam Bahaya Polusi Suara

Hasil gambar untuk AIRCRAFT NOISE

Sekarang ini, hampir mustahil kita dapat menemukan tempat yang benar-benar sunyi dan menenangkan. Kalaupun anda dapat hidup di pelosok yang jauh dari rute pesawat, lalu lintas, dan pekerjaan bangunan, rumah anda kemungkinan besar tetap dipenuhi oleh suara komputer dan peralatan modern lainnya. Anda mungkin bahkan dapat tetap mendengar suara berdeham yang tidak diketahui pasti asal suaranya.

Suara tersebut tidak hanya menggangu. Tren menunjukkan bukti yang semakin konkret bahwa bising lingkungan jangka panjang di atas tingkat tertentu dapat memberi dampak negatif pada kesehatan. Efek ini dapat berupa fisik, mental, dan bahkan mengganggu proses belajar anak.

Riset terkini menunjukkan bahwa lalu lintas jalan raya dan bandara memiliki kebisingan yang dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, terutama paparan bising di malam hari. Sebuah studi terkait bising pesawat di bandara Heathrow, London, menemukan bahwa tingkat suara yang tinggi dari bising pesawat memiliki hubungan dengan resiko masuk ke rumah sakit bahkan kematian yang meningkat, disebabkan oleh penyakit seperti struk, penyakit jantung koroner, dan kardiovaskular.

Studi besar lainnya yang memperhatikan paparan suara pesawat pada periode waktu yang cukup lama, yakni 15 tahun, menunjukkan bahwa kematian karena serangan jantung meningkat saat bising lebih tinggi dan berdurasi lebih lama. Estimasi terkini juga menyebutkan bahwa peningkatan rata-rata 10 dB pada paparan suara pesawat berhubungan dengan meningkatnya tekanan darah, serangan jantung, dan struk antara 7% hingga 17%.

Respon emosional anda terhadap polusi suara juga dapat dianggap signifikan, hingga memiliki nama yang spesifik: gangguan bising (noise annoyance). Ini dikarenakan suara bising dapat menimbulkan perasaan yang negatif, seperti terganggu, iritasi, ketidakpuasan, dan juga perasaan bahwa privasinya telah diganggu. Gangguan ini dapat bervariasi antara satu dengan yang lain. Namun, dampak dari perasaan terganggu ini terhadap kesehatan jangka panjang tidak jelas dan beberapa bukti menyebutkan bahwa sakit mental dapat meningkatkan risiko gangguan.

Efek suara yang lebih sunyi dari segi kesehatan seperti suara berdeham juga kurang jelas, meski suara tersebut jelas dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan rasa terganggu. Tinjauan terkini dari suara frekuensi sangat tinggi juga menyimpulkan bahwa populasi sekarang ini juga jauh lebih banyak terekspos ultrasound dibandingkan masa lalu. Tinjauan ini merekomendasikan bahwa laporan gejala seperti mual, sakit kepala, dan pusing yang berkaitan dengan ultrasound harus diinvestigasi lebih lanjut.

Hasil gambar untuk road traffic noise
Area lain yang juga penting terkait riset kebisingan adalah efeknya terhadap pola belajar anak. Sekitar 20 studi menunjukkan efek dari bising pesawat ataupun jalur lalu lintas terhadap kemampuan membaca dan ingatan jangka panjang anak. 1 studi menunjukkan bahwa bising pesawat diasosiasikan dengan kemampuan membaca dan ingatan yang lebih rendah, dengan memperhitungkan posisi sosial dan bising lalu lintas. Di Britania Raya, umur membaca tertunda hingga 2 bulan untuk peningkatan rata-rata 5 dB pada paparan bising pesawat.
Berdasarkan respon-respon dan bahaya yang dapat ditimbulkan dari paparan kebisingan yang terlalu tinggi tersebut, maka sudah selayaknya kita memperhatikan polusi suara bising di sekitar kita sejak dini.

Sumber: INDEPENDENT

Implementasi Akustik Bangunan

By | All | No Comments

Implementasi Akustik Bangunan

Akustik Bangunan dapat diimplementasikan pada berbagai fase proses pembangunan, baik fase desain dan perencanaan, pembangunan, maupun setelah bangunan selesai dan membutuhkan penanganan. Untuk mengimplementasikannya, Geonoise memiliki berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda sebagai berikut.

1. Desain dan Pemodelan
Desain dan pemodelan merupakan aktivitas yang dilakukan saat bangunan yang sedang dirancang atau akan diperbaiki. Dengan dilakukannya desain dan pemodelan, dapat diprediksi parameter-parameter akustik bangunan sesuai dengan rancangan yang ada. Jika rancangan bangunan dari arsitek atau desainer interior masih belum memenuhi standar kenyamanan akustik, maka dapat dilakukan optimasi desain dan pemodelan sehingga dihasilkan desain yang memenuhi standar kenyamanan akustik bangunan.

Hasil gambar untuk soundplan room acoustics

Berkaitan dengan Akustik Bangunan, desain dilakukan dengan software SoundPLAN 8.1 (klik disini), modul Room Acoustics. Pada desain ini, dirancang interior sebuah bangunan sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh arsitek atau desainer interior. Setelah didesain model interior ruangannya, ditentukan titik sumber suaranya lalu disimulasikan interaksi dari sumber suara terhadap kondisi ruangan dengan memperhitungkan geometri dan permukaan-permukaan pada model ruangan. Simulasi ini akan memberi hasil berupa parameter-parameter akustik bangunan, seperti sebaran tingkat suara, waktu dengung, Indeks Transmisi Bicara (Speech Transmission Index), dan lain sebagainya.

Selain itu, untuk evaluasi interaksi dengan sumber suara dari ruangan lain digunakan software SONarchitect, dan untuk sumber suara dari luar bangunan (bising jalan raya, kereta api, pesawat, dan lain sebagainya) digunakan software SoundPLAN. Dengan kedua software ini, dapat dievaluasi sebaran tingkat suara dari sumber suara ke target ruangan atau bangunan yang hendak ditangani, sehingga selanjutnya dapat ditentukan penanganan yang sesuai.

2. Pengukuran dan Monitoring
Pengukuran dan monitoring dilakukan pada tahap evaluasi sebuah ruangan maupun bangunan. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan instrumentasi-instrumentasi berstandar internasional. Adapun beda pengukuran dengan monitoring yakni pada durasinya. Jika pengukuran dilakukan biasanya hanya beberapa jam hingga satu hari, maka monitoring dilakukan untuk durasi yang lebih panjang, mulai dari seminggu bahkan setahun secara kontinu tanpa henti. Dengan dilakukannya pengukuran dan monitoring, akan didapat data yang akurat dan presisi untuk menentukan penanganan atau solusi seperti apa yang dibutuhkan selanjutnya.

Pengukuran-pengukuran yang relevan dalam Akustik Bangunan antara lain adalah pengukuran insulasi antar ruang in-situ. Dilakukan pengukuran menggunakan Sound Level Meter atau Analyzer (klik disini) dengan sumber suara yang terstandarisasi (klik disini), seperti Dodecahedron Speaker untuk suara yang melalui udara mengacu pada ISO 140-4 atau Tapping Machine untuk suara yang melalui struktur mengacu pada ISO 140-7. Ada pula pengukuran terkait kebisingan dalam gedung, seperti kebisingan sistem HVAC, MEP, peralatan dapur, dan lain sebagainya. Kejelasan suara ucap (STI) juga dapat diukur, parameter ini biasa diperhatikan untuk ruang rapat, perkantoran, ruang belajar, dan sebagainya.

Selain kebisingan suara, kebisingan akibat vibrasi juga biasa terjadi di dalam gedung, biasa disebabkan oleh peralatan yang besar, seperti mesin AC, boiler, dan generator. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran vibrasi menggunakan Vibration Analyzer (klik disini) untuk menentukan penanganan vibrasi yang tepat pada bangunan.

Kebisingan juga dapat diukur secara kontinu dengan sistem monitoring, seperti Noise Monitoring Terminal dari Norsonic (klik disini) yang dapat digunakan secara kontinu untuk mengukur kebisingan di luar bangunan, seperti di area bandara, bangunan dekat rel kereta api, dan sebagainya.

3. Konsultasi
Konsultasi merupakan aktivitas yang dapat dilakukan di tahap manapun, baik tahap awal perancangan saat membahas potensi sumber kebisingan, tahap pasca desain dan pemodelan, maupun tahap pengukuran dan monitoring. Dengan dilakukannya konsultasi, klien akan memiliki wawasan lebih dan saran yang terbaik dari konsultan akustik yang berpengalaman di bidang akustik bangunan, sehingga klien tahu langkah-langkah terbaik untuk dilakukan.

Jika tertarik dengan jasa kami, silahkan kontak kami.